Rabu, 14 November 2018

Hipertensi dan Hipotensi

TEKANAN DARAH TINGGI (HIPERTENSI)


Hipertensi adalah keadaan tekanan darah yang melebihi normal (tekanan darah sistolik 140-200 mmHg atau lebih, dan diastolik 90-110 mmHg atau lebih). Jantung penderita bekerja lebih keras bahkan dapat memecahkan pembuluh darah.
Penyebab hipertensi:
Nikotin pada rokok, faktor keturunan, stres, kelebihan berat badan, kelebihan garam, kurang olahraga, kelebihan obat-obatan, peminum minuman beralkohol, umur, kegemukan, dan keturunan.
Akibat hipertensi:
Penderita mengalami sakit kepala, napas pendek, dan penglihatan kaburJika tidak ditangani tepat waktu, hipertensi menyebabkan kerusakan pada jantung dan pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan penyakit jantung lainnya (stroke, pecahnya pembuluh darah jantung, atau pecahnya pembuluh darah retina). Penyakit ini dapat memicu penyakit jantung dan stroke.
Pencegahan dan penanganan hipertensi:
Tidak merokok, tidak minum minuman beralkohol, diet rendah garam dan rendah lemak, olahraga teratur, dan istirahat bila lelah/tegang.
Hipertensi tidak bisa disembuhkan tetapi bisa dikontrol dengan pola hidup sehat, seperti cara-cara pencegahan tadi, penderita juga dapat menggunakan obat penurun tekanan darah sesuai dengan resep dokter, dan membatasi konsumsi kafein.

TEKANAN DARAH RENDAH (HIPOTENSI)

Hipotensi adalah keadaan tekanan darah dibawah normal (tekanan darah sistolik < 120 mmHg dan diastolik < 80 mmHg).
Penyebab hipotensi:
Terlalu banyak minum obat penurun tekanan darah, muntaber, dan kurangnya pemompaan darah di jantung.
Akibat hipotensi:
Penderita lesu, pusing, dan gangguan penglihatan, bahkan sampai pingsan.
Pencegahan dan penanganan hipotensi:
Makan makanan bergizi, istirahat yang cukup, selalu sarapan sebelum beraktivitas, mengonsumsi makanan yang mengandung garam untuk meningkatkan tekanan darah, minum yang cukup, olahraga teratur, dan minum vitamin bila perlu.
Penderita hipotensi dapat diberikan obat-obatan untuk meningkatkan tekanan darah.
sumber : https://raihanabila.wordpress.com/2014/01/12/kelainan-dan-penyakit-pada-sistem-peredaran-darah-manusia/

Anemia

ANEMIA


Anemia adalah kondisi dimana tubuh kekurangan hemoglobin dan sel darah merah.Kurangnya Hb dapat disebabkan kurangnya makan makanan yang mengandung zat besi, contoh: sayuran hijau, hati, daging, dan sayuran hijau.Kurangnya sel darah merah dapat disebabkan oleh Plasmodium (penyebab penyakit malaria) yang memakan sel darah merah.
Penyebab anemia:
Tubuh kekurangan Hb dan sel darah merah, faktor keturunan, menstruasi, kehamilan, kondisi seperti kanker, gagal ginjal, atau kegagalan hati,  dan rendahnya asupan gizi serta makanan.
Akibat anemia:
Anemia menyebabkan tubuh kekurangan oksigen sehingga tubuh terasa lesu, kepala pusing, muka pucat, kelopak mata pucat, sering kelelahan, sering mual, ujung jari pucat, sering sesak napas, denyut jantung tidak teratur, rambut rontok, dan menurunnya kekebalan tubuh.
Pencegahan dan penanganan anemia:
Banyak makan makanan yang mengandung zat besi, banyak makan makanan yang membantu penyerapan zat besi (tomat, pisang, pepaya, dll), mengurangi minuman yang memperlambat penyerapan zat besi (kopi, teh, anggur merah), dan rajin memeriksa kondisi kesehatan.
Penderita dapat diberikan suplemen zat besi, banyak makan sayuran hijau, jika sudah parah dapat dilakukan transfusi darah.
sumber : https://raihanabila.wordpress.com/2014/01/12/kelainan-dan-penyakit-pada-sistem-peredaran-darah-manusia/

Varises

VARISES


Varises adalah pelebaran pembuluh vena terutama di bagian kaki dan betis.
Penyebab varises:
Adanya penyumbatan darah di vena, sehingga vena melebar dan terlihat menonjol. Varises dapat disebabkan oleh cacat/kerusakan pada vena sejak lahir, kelebihan berat badan, rusaknya katup vena, berkurangnya elastisitas dinding vena, sering memakai pakaian ketat, terlalu banyak berdiri, kehamilan, sering memakai sepatu hak tinggi, dan merokok.
Akibat varises:
Varises menyebabkan sirkulasi darah menjadi tidak lancar karena terhambat di sekitar betis dan tungkai kaki saat menahan berat tubuh.
Pencegahan dan penanganan varises:
Jangan berdiri terlalu lama, olahraga rutin, konsumsi makanan berserat tinggi yang dapat merangsang sirkulasi darah (bawang merah, bawang putih, dll), kurangi konsumsi gula, garam, daging merah, gorengan, dan protein hewani, serta sering-sering duduk berselonjor kaki.
Penderita varises, sebaiknya menggerak-gerakan kaki sesering mungkin. Varises yang sudah parah, perlu dilakukan operasi.
sumber : https://raihanabila.wordpress.com/2014/01/12/kelainan-dan-penyakit-pada-sistem-peredaran-darah-manusia/

Stroke

STROKE 


Stroke adalah penyakit yang terjadi akibat penyumbatan pada pembuluh darah otak atau pecahnya pembuluh darah otak.
Penyebab stroke:
Stroke terjadi jika suplai darah ke otak terhenti akibat ada penyumbatan pembuluh darah di otak atau pecahnya pembuluh darah yang menuju otak. Dalam jaringan otak, kurangnya aliran darah menyebabkan serangkaian reaksi biokimia, yang dapat merusakkan atau mematikan sel-sel saraf di otak.
Akibat stroke:
Kematian jaringan/sel saraf di otak dapat menyebabkan hilangnya fungsi yang dikendalikan oleh jaringan itu. Penderita biasanya mengalami kelumpuhan di anggota badannya, hilangnya sebagian ingatan atau kemampuan bicaranya. Gejala awalnya adalah mati rasa pada beberapa bagian tubuh, rasa bingung mendadak, sulit bicara, mendadak sulit berjalan, mendadak sakit kepala, dan rasa pingsan mendadak.
Pencegahan dan penanganan stroke:
Tidak merokok, periksakan tensi darah secara rutin, kendalikan stres, makan makanan sehat, kurangi garam, pantau berat badan, rajin olahraga, dan mengurangi alkohol.
Dokter dapat memberikan obat pencegah penggumpalan darah pada penderita stroke. Aspirin adalah salah satu obat yang paling banyak diberikan pada penderita pasca-stroke.
sumber : https://raihanabila.wordpress.com/2014/01/12/kelainan-dan-penyakit-pada-sistem-peredaran-darah-manusia/

Jantung Koroner

Penyakit Jantung: Ketahui Gejala, Penyebab, Pencegahan, dan Penanganannya

Ketahui Proses Terjadinya Penyakit Jantung


Jantung berfungsi normal manakala aliran darah menuju dan keluar dari jantung berjalan dengan lancar. Biasanya, hal ini ditandai dengan detak jantung atau nadi yang terlalu cepat dibanding biasanya.
Detak jantung/nadi normal adalah 60-100 denyut per menit. Namun banyak dokter belakangan ini yang menyarankan denyut normal jantung sekitar 50-70 denyut per menit.
Lalu, bagaimana terjadinya penyakit jantung? Karena suatu hal, biasanya akibat terjadi penumpukan kolesterol, maka menimbulkan plak. Hal inilah yang memicu pembuluh darah koroner terganggu dan aliran darah menjadi tidak lancar.
Selain denyut menjadi lebih cepat, tekanan darah juga bisa naik saat kondisi seperti itu. Dan dampak lanjutannya adalah suplai oksigen menuju jantung akan terhambat, sehingga fungsi jantung menjadi tidak optimal.
Penderita gangguan jantung ini biasanya akan merasakan nyeri pada dada dan sesak napas. Jika berlangsung lama dan terlambat mendapatkan penanganan, jantung bisa berhenti total, dan inilah yang disebut serangan jantung koroner yang berisiko menimbulkan kematian mendadak.

Penyebab Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner terjadi jika suplai darah ke jantung melalui pembuluh darah koroner terhambat oleh lemak. Penimbunan lemak di dalam pembuluh darah ini dikenal dengan istilah aterosklerosis dan merupakan penyebab utama penyakit jantung koroner.
Banyak orang terlambat sadar akan bahaya dan risiko penyakit jantung koroner ini. Sehingga terlambat dalam penanganannya. Beberapa kondisi orang yang berisiko terkena penyakit jantung koroner adalah malas berolahraga, menu makanan tidak sehat seperti banyak lemak, kebiasaan merokok, diabetes, hipertensi/darah tinggi, obesitas dan lainnya, yang jarang disadari.
Kebiasaan buruk lainnya yang memicu penyakit jantung ini adalah kebiasaan makan makanan yang asin. Sebab, garam memiliki kandungan natrium klorida yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, tekanan darah tinggi, hingga gagal ginjal.
Bahkan, malas menggosok gigi pun bisa membuat bakteri yang berada di gigi itu berkembang bia dan berisiko masuk ke dalam organ tubuh, yang salah satunya bisa mengganggu fungsi jantung.
Penyumbatan pembuluh darah (aterosklerosis), selain menghambat aliran darah ke jantung, juga bisa memicu penggumpalan darah yang membuat jantung tersumbat total dan berhenti berdenyut. Kondisi darurat ini disebut serangan jantung yang berisiko kematian mendadak.

Gejala Penyakit Jantung yang Kerap Diabaikan

Mengingat penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang mematikan, maka sudah seharusnya setiap orang memahami beberapa gejala yang sering diabaikan penderita berikut ini:
  • Rasa nyeri di dada yang tidak biasa
Tidak semua nyeri di dada adalah gejala penyakit jantung, namun sudah sewajarnya setiap nyeri di dada harus ditangani secara serius. Rasa nyeri akibat serangan jantung ini cukup khas, yakni seolah dada mendapatkan tekanan beban yang berat dan biasanya nyeri menghilang saat istirahat. Jika kondisi sudah berat atau parah, rasa nyeri tersebut biasanya tidak akan berkurang atau hilang meski sudah beristirahat.
  • Sering pusing dan mudah lelah
Pusing bisa jadi adalah efek dari fungsi jantung yang tidak normal. Biasanya pusing akibat jantung ini biasanya terasa berbeda dibanding rasa pusing pada umumnya. Sebab seringkali diikuti dengan perasaan mudah lelah akibat sirkulasi darah terganggu.

Jenis Penyakit Jantung Koroner

Sesuai dengan tingkat risiko dan penyebabnya, penyakit jantung koroner terbagi beberapa jenis, yakni:
  • Angina, atau lebih dikenal dengan angin duduk
Ini terjadi akibat suplai darah terhambat atau terlalu lemah sehingga kinerja jantung menurun
  • Serangan jantung akibat berhenti berdetak
Ini biasanya diawali atau timbul komplikasi oleh beberapa penyebab, seperti gagal jantung dan syok kardiogenik karena otot jantung rusak permanen, lalu aritmia akibat detak jantung tidak normal (terlalu cepat bredetak) dan berisiko berhenti, serta jantung ruptur/retak akibat otot, dinding, atau katup jantung sudah retak.
Sesuai dengan tingkat risiko dan penyebabnya, penyakit jantung koroner terbagi beberapa jenis, yakni:
  • Angina, atau lebih dikenal dengan angin duduk
Ini terjadi akibat suplai darah terhambat atau terlalu lemah sehingga kinerja jantung menurun
  • Serangan jantung akibat berhenti berdetak
Ini biasanya diawali atau timbul komplikasi oleh beberapa penyebab, seperti gagal jantung dan syok kardiogenik karena otot jantung rusak permanen, lalu aritmia akibat detak jantung tidak normal (terlalu cepat bredetak) dan berisiko berhenti, serta jantung ruptur/retak akibat otot, dinding, atau katup jantung sudah retak.

Diagnosis Penyakit Jantung Koroner

Guna memastikan apakah gejala di atas merupakan serangan jantung atau bukan, dokter akan melakukan diagnosa sebagai berikut:
  • Cek keluhan/gejala dan riwayat kesehatan keluarga
  • Dilakukan tes darah
  • Tes X-Ray
  • Tes Elektrokardiogram (EKG)
  • Tes angiografi koroner
  • Tes CT Scan
  • MRI Scan

Penanganan Penyakit Jantung Koroner

Apabila sudah terlanjut terserang penyakit jantung, maka beberapa tindakan medis berikut ini biasanya akan dilakukan oleh dokter, tergantung dari kondisi pasien, yaitu:
  • Rutin mengonsumsi obat yang diresepkan dokter spesialis jantung pada tahap awal sakit
  • Penanganan Stent, yakni melalui operasi jika kondisi pembuluh darah jantung tersumbat dan tidak diobati dengan obat oral
  • Pengobatan jangka panjang rutin dan tidak boleh berhenti hingga kondisi jantung membaik
  • Operasi By Pass Jantung (cangkok jantung) jika kondisi darurat, dimana jantung sudah tidak lagi berfungsi optimal dan perlu diganti dengan jantung baru yang sehat

Pencegahan Penyakit Jantung Koroner

Hampir semua kasus penyakit jantung berawal dari minimnya kesadaran dan pengetahuan akan gaya hidup sehat penderita. Oleh karena itu, penting melakukan gaya hidup sehat sebagai berikut:
  • Tidak merokok dan minum minuman keras/beralkohol
  • Jalani pola makan sehat dengan konsumsi buah-buahan serta sayuran, dan kurangi makanan berlemak
  • Mengontrol kadar gula dan tekanan darah dalam batas normal
  • Olahraga teratur
sumber : https://www.cermati.com/artikel/penyakit-jantung-ketahui-gejala-penyebab-pencegahan-dan-penanganannya

Jantung dan Pembuluh Darah

1. Jantung
Fungsi utama jantung dalam sistem peredaran darah manusia adalah untuk memoma darah, baik ke paru-paru maupun ke seluruh tubuh. 
Jantung terletak di dalam rongga dada sebelah kiri. Ukuran jantung kira-kira sebesar kepalan tangan pemiliknya. Jantung tersusun atas kumpulan otot-otot yang sangat kuat dan disebut miokardia. Jantung terdiri atas empat ruang, yaitu serambi kanan, serambi kiri, bilik kanan, dan bilik kiri.
Antara bagian kanan dan kiri jantung dibatasi oleh sekat jantung. Fungsi sekat ini adalah mencegah bercampurnya darah yang mengandung banyak oksigen dan karbon dioksida. Otot penyusun bilik jantung lebih tebal daripada otot pada serambi jantung. Hal ini disebabkan tugas bilik jantung lebih berat, yaitu memompa darah keluar dari jantung ke seluruh bagian tubuh.
Kontraksi dan relaksasi pada jantung mengakibatkan terjadinya denyut jantung atau denyut nadi. Ketika jantung memompa darah ke dalam pembuluh nadi, pembuluh tersebut ikut berdenyut. Dengan demikian, melalui denyut nadi kita dapat mengetahui denyut jantung. Denyut nadi dapat terasa dengan jelas dengan menekan pembuluh nadi pada pergelangan tangan dan bagian leher di bawah telinga. Kecepatan denyut jantung tergantung kegiatan yang dilakukan. Ketika sedang beristirahat, jantung berdenyut kira-kira 60 sampai 80 kali setiap menit. Denyut jantung semakin cepat jika tubuh kita semakin aktif.

2. Pembuluh Darah Pembuluh darah merupakan saluran yang berfungsi sebagai tempat mengalirnya darah dari jantung ke seluruh tubuh dan sebaliknya. 
Ada dua macam pembuluh darah, yaitu pembuluh nadi (arteri) dan pembuluh balik (vena). Pembuluh nadi atau arteri yaitu pembuluh yang membawa darah kaya oksigen keluar dari jantung ke seluruh tubuh. Pembuluh nadi yang paling besar disebut aorta. Pembuluh balik yaitu pembuluh darah yang membawa darah kaya karbon dioksida dari seluruh tubuh menuju jantung. 
Pembuluh nadi dan pembuluh balik  bercabang-cabang. Ujung cabang pembuluh yang terkecil disebut pembuluh kapiler. Panjang seluruh pembuluh darah manusia jika dihubungkan dari ujung ke ujung kurang lebih 160.000 km. Antara pembuluh nadi dan pembuluh balik terdapat perbedaan-perbedaan pokok sebagai berikut. No Pembuluh Nadi Pembuluh Balik
1 Denyut terasa. Denyut tidak terasa.
2 Umumnya terletak di bagian dalam tubuh. Terletak di dekat permukaan tubuh.
3 Dinding tebal, kuat, dan elastis. Dindingnya tipis dan tidak elastis.
4 Tekanan darahnya tinggi. Tekanan darahnya rendah.
5 Darah mengalir cepat. Darah mengalir lambat.
6 Membawa darah yang mengandung banyakoksigen Membawa darah yang mengandung bany

sumber : https://brainly.co.id/tugas/13895684

Darah

Bagian-Bagian Darah

1. Sel-sel Darah.
 
Sel darah merah disebut juga eritrosit. Eritrosit sendiri berasal dari Bahasa Yunani, yaitu erythros berarti merah dan kytos yang berarti selubung sel. Sel darah merah adalah jenis sel darah yang paling banyak. Bentuknya seperti cakram/ bikonkaf dan tidak mempunyai inti. Ukuran diameter kira-kira 7,7 unit (0,007 mm), tidak dapat bergerak. Banyaknya kira–kira 5 juta dalam 1 mm3 (41/2 juta). Warnanya kuning kemerahan, karena didalamnya mengandung suatu zat yang disebut hemoglobin, warna ini akan bertambah merah jika di dalamnya banyak mengandung oksigen. Bagian dalam eritrosit terdiri dari hemoglobin, sebuah biomolekul yang dapat mengikat oksigen. Hemoglobin akan mengambil oksigen dari paru-paru dan insang, dan oksigen akan dilepaskan saat eritrosit melewati pembuluh kapiler. Warna merah sel darah merah sendiri berasal dari warna hemoglobin yang unsur pembuatnya adalah zat besi. Pada manusia, sel darah merah dibuat disumsum tulang belakang, lalu membentuk kepingan bikonkaf. Di dalam sel darah merah tidak terdapat nukleus. Sel darah merah akan aktif selama 120 hari sebelum akhirnya dihancurkan.
a. Fungsi Sel darah Merah
 1) Sel darah merah berfungsi mengedarkan O2 ke seluruh tubuh. Sel darah merah akan mengikat oksigen dari paru–paru untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh dan mengikat karbon dioksida dari jaringan tubuh untuk dikeluarkan melalui paru–paru. Pengikatan oksigen dan karbon dioksida ini dikerjakan oleh hemoglobin yang telah bersenyawa dengan oksigen yang disebut oksihemoglobin (Hb + oksigen 4 Hb-oksigen) jadi oksigen diangkut dari seluruh tubuh sebagai oksihemoglobin yang nantinya setelah tiba di jaringan akan dilepaskan: Hb-oksigen Hb + oksigen, dan seterusnya. Hb tadi akan bersenyawa dengan karbon dioksida dan disebut karbon dioksida hemoglobin (Hb + karbon dioksida Hb-karbon dioksida) yang mana karbon dioksida tersebut akan dikeluarkan di paru-paru.
2) Berfungsi dalam penentuan golongan darah
3) Eritrosit juga berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Ketika sel darah merah mengalami proses lisis oleh patogen atau bakteri, maka hemoglobin di dalam sel darah merah akan melepaskan radikal bebas yang akan menghancurkan dinding dan membran sel patogen, serta membunuhnya.
4) Eritrosit juga melepaskan senyawa S-nitrosothiol saat hemoglobin terdeoksigenasi, yang juga berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah dan melancarkan arus darah supaya darah menuju ke daerah tubuh yang kekurangan oksigen.
b. Sel Darah Putih (Leukosit)
 
Sel darah putih disebut juga Leukosit merupakan unit sistem pertahanan tubuh yang bergerak aktif. Sel darah Putih (leukosit) sebagian dibentuk di sumsum tulang (granulosit, monosit, serta sedikit limfosit) dan sebagian lagi di jaringan limfe (limfosit dan sel-sel plasma). setelah dibentuk, sel-sel ini diangkut dalam darah menuju ke bagian tubuh yang membutuhkannya.
Fungsi utama dari sel darah putih (leukosit) secara khusus dikirim menuju daerah yang mengalami infeksi dan mengalami peradangan, dengan demikian sel darah putih dapat menyediakan pertahanan yang cepat dan kuat terhadap agen-agen infeksius.
Sel darah putih (Leukosit) jumlahnya lebih sedikit dalam darah daripada eritrosit. Sel ini dapat bermigrasi dengan bebas dari pembuluh darah ke jaringan dan kembali lagi ke pembuluh darah dengan gerakan amuboid. Jumlah rata-rata sel darah putih (leukosit) dalam sirkulasi berfluktuasi antara 5.000-10.000/mm3 darah. Eksudat dan fraksi protein dari kerusakan sel dan infeksi jaringan dapat menyebabkan peningkatan kecepatan produksi sel darah putih (leukosit).
Jenis-Jenis Sel Darah Putih (Leukosit)
1) Polimorfonuclear Leukosit
a) Netrofil
b) Eosinofil
c) Basofil
2) Mononuclear Leukosit
a) Monosit
b) Limfosit 
Polimorfonuclear leukosit memiliki struktur granular, karena alasan itu sel-sel tersebut disebut juga sebagai granulosit atau dalam terminologi klinis disebut "poli" karena memiliki inti yang multipel(banyak).Granulosit dan monosit melindungi tubuh dari organisme penyerang terutama dengan cara memakannya (fagositosis). Fungsi limfosit berhubungan dengan sistem imun tubuh.
Masa Hidup Sel Darah Putih
Masa hidup granulosit sesudah dilepaskan dari sumsum tulang normalnya adalah 4 sampai 8 jam dalam sirkulasi darah, dan 4 sampai 5 hari berikutnya berada dalam jaringan yang membutuhkan. Pada keadaaan infeksi yang berat, masa hidup keseluruhan sering kali berkurang sampai hanya beberapa jam, karena granulosit bekerja lebih cepatpada daerah yang terinfeksi dan lebih cepat pula mati akibat pertarungan dengan agen infeksi.
Monosit juga memiliki masa edar yang singkat, yaitu 10-20 jam dalam darah, sebelum mengembara melalui membran kapiler menuju ke jaringan. Begitu masuk ke dalam jaringan, sel-sel ini membengkak sampai ukurannya besar sekali dan menjadi makrofag jaringan, dalam bentuk ini sel-sel tersebut dapat hidup berbulan-bulan kecuali bila sel-sel itu dimusnahkan saat melakukan fungsi fagositik.
Limfosit memasuki sistem sirkulasi secara kontinu bersama dengan aliran limfe dari nodus limfe dan jaringan limfoid lainnya. Setelah beberapa jam, limfosit keluar dari darah dan kembali ke jaringan dengan cara diapedesis, dan selanjutnya memasuki limfe dan kembali ke darah lagi. Demikian seterusnya sehingga terjadi sirkulasi limfosit yang terus menerus di seluruh tubuh. Limfosit memiliki masa hidup berminggu-minggu atau berbulan-bulan bergantung pada kebutuhan tubuh akan sel tersebut.
c. Sel Darah Pembeku (Trombosit)
Sel trombosit adalah sel tak berinti yang diproduksi oleh sumsum tulang, yang berbentuk cakram dengan diameter 2-5 μm. Trombosit dalam darah tersusun atas substansi fosfolipid yang berfungsi sebagai faktor pembeku darah dan hemostasis (menghentikan perdarahan). Jumlahnya dalam darah dalam keadaan normal sekitar 150.000 sampai dengan 300.000 /ml darah dan mempunyai masa hidup sekitar 1 sampai 2 minggu atau kira-kira 8 hari.
Pembentukan trombosit berasal dari Multipotensial Stem Cell menjadi Unipotensial Stem Cell dibantu Trombopoitin. Sel yang paling muda yang dapat dilihat dengan mikroskop adalah Megakarioblas, Megakarioblas akan diubah menjadi megakariosit imatur kemudian menjadi megakariosit matur.
Fungsi Trombosit bila tubuh mengalami luka maka trombosit akan berkumpul dan saling melekatkan diri sehingga akan menutup luka tersebut, trombosit juga akan mengeluarkan zat yang merangsang untuk terjadinya pengerutan luka sehingga ukuran luka menyempit dan karena mempunyai zat pembeku darah maka dapat menghentikan perdarahan.
Umur trombosit didalam tubuh sangat pendek yaitu sekitar 8 sampai 10 hari, berbeda dengan umur eritrosit sekitar 120 hari serta sangat mudah terjadi destruksi, apabila trombosit rusak maka akan segera dihancurkan didalam limpa.
Tranfusi trombosit diperlukan pada kasus-kasus tertentu misalnya :
  • Kelainan jumlah trombosit --- Jumlah trombosit kurang dari 50.000 / mm3 disebut Trombositopenia, Hal ini bisa terjadi pada kasus-kasus penyakit misalnya demam berdarah (DBD), penyakit ini disebabkan oleh 4 virus dengue yaitu DN-1, Den-2, Den-3 dan Den-4 sebagai diagnosa awalnya adalah penurunan jumlah trombosit terutama pada hari ke3 dan ke4 dari serangan, Idiopathic Thrombocytopenia Purpura (ITP). 
  • Kelainan Fungsi Trombosit --- Kelainan ini terjadi bila Adenosin Difosfat ( ADP) dalam trombosit berkurang sehingga agregasi trombosit berkurang. Hal ini terjadi pada penyakit Lupus Eritematosus (LE), Idiopatik Trombocytopenia Purpura (ITP), Lekemia limfositik kronik sehingga menyebabkan jumlah trombosit kurang dari 50.000/mm3 darah.
Sel trombosit sangat mudah rusak apalagi bila berada diluar tubuh, trombosit akan kehilangan fungsinya bila disimpan lebih dari 24 jam dengan suhu penyimpanan yang tidak sesuai akan mempercepat proses kerusakan trombosit. Penyimpanan juga akan membentuk mikroagregat, Untuk itu tranfusi trombosit harus segera dilakukan sesegera mungkin dari proses pengambilan darah dan apabila disimpan maka harus tidak boleh lebih dari 3 hari dengan suhu 200c-240c.
2. Plasma Darah.
Plasma darah Adalah cairan yang berwarna kuning jernih. Fungsi dan komponen/komposisi serta kandungan dari plasma darah merupakan pembahasan yang akan dikaji dalam plasma darah. Plasma darah memiliki proses mekanisme dalam bekerja di dalam tubuh manusia. Plasma darah mengandung 90% air dan larutan bermacam-macam zat sejumlah 7%-10%. Zat-zat yang terkandung di dalam plasma darah, yakni sari makanan, hormon enzim, mineral, antibodi dan zat-zat sisa (misalnya CO2 dan sisa pembongkaran protein). Sari-sari makanan tersebut diserap usus halus.
Mineral-mineral di dalam plasma darah terdapat dalam bentuk garam mineral. Fungsi garam mineral ialah untuk mengatur tekanan osmotik dan PH darah. Protein yang terdapat dalam darah (protein darah) terdiri atas albumin, globulin, dan fibrinogen. Albumin berperan dalam pengaturan tekanan darah. Globulin biasanya dikenal sebagai imunoglobulin berfungsi membentuk benang-benang fibrin. Benang-benang fibrin berperan penting dalam proses pembekuan darah saat tubuh kita terluka. jika larutan protein dalam plasma darah diendapkan dengna sentrifuge (alat pemutar), akan tertinggal cairan berwarna kuning jernih yang disebut serum.
Serum mengandung antibodi yang dapat melawan zat/benda asing atau kuman yang masuk ke dalam tubuh. Zat asing yang masuk ke dalam tubuh dikatakan sebagai antigen. Antibodi yang dapat menggumpalkan antigen disebut presipitin ; yang dapat menguraikan antigen disebut lisin dan yang dapat menawarkan racun disebut antioksin.
Kesimpulan : 
1. Kandungan Plasma Darah
  • Mengandung Zat Makanan dan Mineral seperti asam amino, gliserin, glukosa, kolesterol, garam mineral, asam lemak
  • Zat yang dihasilkan dari sel-sel yakni enzim, antibodi, dan hormon.
  • Protein dalam Darah yakni anttheofilik, tromboplastin, fibrinogen, gammaglobulin, protrombin, albumin.
  • Karbon dioksida, oksigen, dan nitrogen
  • Asam Urat, Urea
2. Fungsi Plasma Darah
  • Alat untuk mengangkut air dan sekaligus menyerbakan kedalam tubuh
  • Alat yang mengangkut hasil oksidasi untuk dibuang melalui alat ekskresi
  • Alat yang mengangkut Oksigen dan disebarkan keseluruh tubuh
  • Menjaga temperatur suhu tubuh
  • Alat yang mengangkut getah hormon dari kelenjar buntu
  • Mengatur dan menjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh
  • Alat yang mengangkut sari makanan
  • Mencegah infeksi terhadap sel darah putih,

sumber : http://semuamaterisekolah.blogspot.com/2017/04/struktur-dan-fungsi-sistem-peredaran.html

ALAT OPTIK DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI : TELESKOP

ALAT OPTIK DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI : TELESKOP Dengan menggunakan sebuah teleskop, kamu akan dapat melihat kawah dan ciri-ciri lain di...